JAKARTA—Setelah Kapolri mengadakan pertemuan tertutu dengan sejumlah pati dan mantan Kapolri, giliran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (6/8) siang ini menggelar rapat pimpinan. Konon rapim mendadak ini sebagai persiapan menghadiri pertemuan dengan Kapolri Jendral Timur Pradopo.
Menurut Jubir KPK Johan Budi, Rapim sengaja digelar guna membahas penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp100 miliar.
Hasil rapim ini akan dibawa Ketua KPK Abraham Samad dan kawan-kawan ke pertemuan dengan kapolri. Johan Budi menjelaskan pertemuan akan digelar di Mabes Polri siang ini juga.
Menurut Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Pradja mengungkapkan, pertemuan akan meluruskan perbedaan pendapat yang muncul antara KPK dan Polri dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kendaraan ujian SIM di Korlantas Polri.
Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM senilai Rp196,8 miliar. Bahkan kedua instansi ini sudah sama-sama menetapkan para tersangka.
Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM senilai Rp196,8 miliar. Bahkan kedua instansi ini sudah sama-sama menetapkan para tersangka.
KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini yakni Irjen Djoko Susilo (eks Kakorlantas Polri), Brigjen Didik Purnomo (Waka Korlantas Polri non aktif), Budi Susanto (Presiden Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi) dan Sukotjo Bambang (Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia).
Sementara itu, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan lima orang tersangka dimana tiga dintaranya berstatus tersangka di KPK yakni Brigjen Didik, Budi Susanto, dan Sukotjo Bambang. Dua tersangka lain yakni AKBP Teddy Rismawan dan Komisaris Legimo.