Selasa, 14 Agustus 2012

Sayur Ganja


OPINI | 04 October 2010 | 08:22Dibaca: 522   Komentar: 4   Nihil
Ini kisah ibuku. Ibuku hanya perpendidikan SD, umurnya 56 tahun. Ada saja kelakuan ibuku yang kadang bikin semua anggota keluarga tertawa.
Kadang saya bingung sama ibuku sendiri , dia lucu bin lugu.  Sifat sok tahu dan prasanka buruk itu yang susah dihilangkan, tapi kalau dibilangin tambah marah. Sukanya bergosip. Ya sudah tak biarin saja, katanya kalau sudah tua tingkah lakunya kembali lagi kemasa kanak-kanak. Apalagi jika ibu saya tidak suka seseorang maka seringnya berprasangka buruk terus pada seseorang yang tidak disukainya.
Atau kalau dalam keadaaan benci pun yang keluar dari mulutnya selalu perkataan yang jelek-jelek saja. Susah sekali menyuruh ibuku berprasangka baik/positif.
Hari libur ibuku main ketempat kostku yang berseberangan jalan dari rumah mbaku. Seperti biasa sambil membawa si Khansa, cucunya. Khansa pun tidak bisa diam kalo dirumah. Ada saja kelakuan lucunya. Jalan kesana kemari tiada hentinya sambil berkicau. Entah apa yang diucapkan itu masi belum jelas ngomongnya.
“Ma, Khansa makin gemuk ya, gimana tidurnya?” tanyaku.
“Uh, angele pool (susahnya minta ampun), tiap hari haru digendong baru bisa tidur. Kalo malem kan enak ada bundanya. Lah kalo siang bundanya kerja, capek aku”
“Beda banget ya ama si Eka, badanya gemuk dan tidurnya lama” kataku membedakan keponakanku sama anak tetangga seumurannya. Yg kebetulan ibuku tidak suka dengan ibunya Eka.
“Ya beda jauh tiap hari ga pernah keluar rumah kok, tidur terus. Lah wong sama ibunya saja dikasi makan sama sayur ganja?”
“Hah! Ngaco mama ngomongya”
“Ih ga percaya, kamu ga pernah liat sih kalo ibunya nyuapin anaknya.”
“Emang mama tahu ganja kayak apa”
“Ya ijo-ijo kecil-kecil, sering disayur oseng”
“Ha..ha..ha, ya gak munkinlah masa ibu-ibu ngasih makan sayur ganja sama anaknnya, yang bener aja”
“Ngeyel kamu ya, Eka gemuk itu jarang dikasi makan seringnya dikasi obat sama ganja itu makanya tidur terus tiap hari”
“Mama tahu harga ganja berapa? milyaran ma, secuil aja bisa jutaan apalagi tiap hari dibuat sayur. Duit dari mana itu”
“Lah kan suaminya pelaut pasti kan banyak duitnya”
“Ya banyak tapi tetep gak munkinlah ngasi ganja ke anaknya, kata mama orangnya irit napa mesti beli yg mahal-mahal buat anaknya. Pokoknya ga percaya”
“Masi ngeyel juga ya, coba besok kamu liat sendiri”
Aku hanya tersenyum dan lebih senang diam sendiri daripada berdebat terus berburuk sangka pada orang lain. Dan aku cerita sama mbaku masalah sayur ganja, ternyata ibu juga sudah cerita juga sama mbaku. Kami tertawa terbahak-bahak. Oh mama…lucu!.