
Sebanyak 1.006.211 guru yang telah bersertifikat pendidik akan mengikuti UKG sebagai bagian dari pemetaan kompetensi.
“Uji kompetensi itu persis seperti orang check up. ‘Tahu jantungnya normal atau tidak, gula darah bagus atau tidak, tensinya bagus atau tidak’. Semuanya kita check up. Hasil dari check up itu untuk perbaikan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh saat meninjau pelaksanaan UKG di SMP Negeri 19 Jakarta, Senin (30/07) pagi.
Mendikbud mengatakan, setelah dilakukan pemetaan kemudian dilakukan pengukuran kinerja. UKG, kata Mendikbud, bukan untuk meningkatkan kemampuan guru dan menyatakan lulus atau tidak lulus. Kemampuan para guru ditingkatkan melalui pelatihan atau kursus.
“Kalau kemampuannya mentok, sekolah harus bisa memberikan pendampingan,” katanya.
Mendikbud mengatakan, selain sebagai pemetaan, UKG sebagai dasar kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Sebagai profesi, kata Mendikbud, maka basisnya harus berbasis profesionalitas.
“Tidak perlu didekati dengan pendekatan politik, tetapi gunakan pendekatan ini (UKG) untuk kebaikan dari sang guru. Oleh karena itu, dari awal kami tegaskan (UKG) tidak ada hubungannya dengan kesejahteraan. Semata-mata untuk kualitas guru itu sendiri,” katanya.
Dengan mengikuti UKG, para guru akan mengetahui kelebihan maupun kelemahannya. Mendikbud mencontohkan, seorang guru Matematika yang lemah pada materi aljabar maka dapat mengikuti pelatihan tentang aljabar.
“Selain dapat memperbaiki secara mandiri, guru juga dapat memperbaiki kemampuannya melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh kementerian, dinas, atau sekolah sendiri,” katanya.
Sebanyak 985.409 peserta mengikuti UKG secara online di 448 kabupaten/kota, sedangkan ujian secara tertulis atau manual diikuti sebanyak 20.802 peserta di 49 kabupaten.
Jadwal gelombang pertama dimulai 30 Juli sampai dengan 12 Agustus. Adapun Gelombang kedua berlangsung pada 1-6 Oktober 2012. Pada gelombang kedua akan diikuti sebanyak 71 peserta dari sekolah Indonesia di luar negeri.
Selain guru, kegiatan UKG juga diikuti oleh kepala sekolah dan pengawas.Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyampaikan, UKG di DKI Jakarta diikuti oleh sebanyak 41.571 peserta. Dia mengatakan, UKG dilakukan secara bertahap dan berjenjang.
“Para guru di Jakarta sudah siap mengikuti UKG. Guru yang sudah mengikuti UKG diharapkan kembali lagi ke sekolah, sehingga tugas mengajar bisa tetap berjalan,” katanya.
Siti Rahayu, guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 19 Jakarta, mengaku siap mengikuti UKG. Persiapan dia lakukan dengan belajar dan mengunduh materi dari internet.
“Materi yang diujikan bahasa Inggris dan pedagogik seperti teori dan teknik penilaian. Saya sharing dengan teman-teman setelah mengajar,” katanya.