Rabu, 08 Agustus 2012

Yusril Sindir SBY Soal Kasus Simulator


Yusril Sindir SBY Soal Kasus Simulator
Description: kasus simulator

Dwi Suhaarto/Tbt — HARIANTERBIT.COM
Senin, 6 Agustus 2012 22:08 WIB
JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, kembali bersuara lantang. Kali ini dia mendesak Presiden SBY segera berkomunikasi dengan Polri dan KPK dalam kasus Simulator SIM.
“Kalau presidennya punya kewibawaan, tentu bisa berbicara kepada kedua institusi ini pada Kapolri maupun KPK,” kata Yusril di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (6/8).
Diakuinya, KPK memang merupakan lembaga independen dan bukan bawahan Presiden. Namun Yusril mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang yang bertanggungjawab atas permasalahan di Indonesia.
“Untuk itu kalau dua institusi kemudian berdebat, presiden bisa menggunakan kewibawaannya. Tentu saja kalau presiden berwibawa,” ujarnya. Mengenai anggapan bahwa residen nantinya dicap melakukan intervensi hukum bila ikut campur dalam permasalahan tersebut, Yusril mengaku tidak sependapat.
“Jangan dilupakan bahwa kejaksaan atau kepolisian adalah institusi di bawah Presiden,” ujarnya. Menurut Yusril, Presiden dapat memberikan pendapat dan saran. Namun tidak dapat melakukan intervensi pengadilan.
Sementara itu pemohon Uji Materi Undang-undang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK) Habiburokhman menilai bahwa Presiden SBY terlampau lemah dan tidak tegas. Selain itu, fungsi pemerintahan yang dikendalikan oleh SBY dinilai semakin tidak jelas menyusul mengemukanya sengketa penyidikan perkara korupsi pengadaan simulator SIM antara KPK dan Polri.
“Presiden itu terlalu lemah, tidak tegas. Harusnya dia bisa panggil Kapolri dan mengingatkannya supaya harus patuhi UU, biarkan kasus itu ditangani KPK,” ujar Habiburokhman di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (6/8).
EDITOR: MAGHFUR GHAZALI