|
|
Kasubdit Inspeksi Obat tradisional dan Makanan Suplemen, Mauizatti Purba, menyatakan, dari rata-rata 14 ribu-20 ribu sampel OT yang diaudit secara uji petik (random sampling) oleh 31 Balai POM di berbagai sarana distribusi dan produksi, 3% di antaranya kedapatan mengandung BKO yang berbahaya bagi kesehatan.
Bahkan pada semester I tahun ini, lanjut Is--sapaan akrab Mauizatti--dari total sampel OT yang diuji petik, didapati sebanyak 3,12% telah dicampur dengan bahan kimia obat yang berbahaya. "OT bercampur bahan kimia masih banyak ada di pasaran. Bahkan ada kecenderungan temuan meningkat pada tahun ini,” ungkap Is, di Jakarta, Selasa (18/9).
Dia menjelaskan, jenis OT BKO yang paling banyak dijual adalah jenis obat antikolesterol, jamu asam urat, jamu penambah stamina pria, pelangsing dan pegal linu. Yang termasuk dalam kategori OT adalah jamu fitofarmaka, obat herbal berstandar dan jamu.