
1. Ketika shalat Jum’at di masjid salah seorang jamaah bertanya, ”Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu kenikmatan. Mengapa tak mau kau pergunakan walau sekedar berpakaian bagus?” Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Sesungguhnya berlaku sederhana yang paling baik adalah pada saat kita kaya dan sebaik-baik pengampunan adalah saat kita berada pada posisi kuat.”
2. ’Amir bin Muhajir menceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz akan menyalakan lampu milik umum jika pekerjaannya berhubungan dengan kepentingan kaum Muslimin. Ketika urusan kaum Muslimin selesai, maka dia akan memadamkannya dan segera menyalakan lampu miliknya sendiri.
3. ’Amr bin Muhajir meriwayatkan, suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin makan apel, kemudian salah seorang anggota keluarganya memberi apel yang diinginkan. Lalu Umar berkata, ”Alangkah harum aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai.” ’Amr bin Muhajir mempertanyakan sikap Umar itu, ”Wahai Amirul Mukminin, orang yang memberi hadiah apel itu tak lain adalah sepupumu sendiri dan salah seorang yang masih memiliki hubungan kerabat yang sangat dekat denganmu. Bukankah Rasulullah saw. juga menerima hadiah yang diberikan orang lain kepadanya?”Umar bin Abdul Aziz menjawab, ”Celaka kamu, sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah saw. adalah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap.”
Ketiga Potongan diatas jelas bahwa seorang pemimpin harus menjadi suri tauladan buat rakyatnya, pemimpin harus bisa menguasai diri untuk tidak memikirkan dirinya sendiri. Khalifah Umar mengajarkan kita bahwa pemimpin tidak boleh menggunakan wewenang seenaknya untuk kesejahteraan pribadinya, Khalifah Umar mengajarkan bahwa jangan mengambil hak milik rakyat atau menggunakan fasilitas untuk kepentingan Pribadinya, Khalifah Umar juga mengajarkan bahwa Pemimpin tidak boleh menerima suap walaupun itu dari kerabat dekatnya.
Selanjutnya mari kita lihat 2 calon pemimpin Jakarta ini memiliki sifat yang di teladankan Khalifah Umar. mari kita lihat beberapa berita yang beredar di media soal calon pemimpin Jakarta.
1. salah satu calon pemimpin ini tidak mengambil gaji saat beliau memimpin.
2. Salah satu pemimpin naik harta kekayaannya sebesar 12 M selama memimpin (yang jelas gajinya diambil).
Dari 2 hal diatas kita tahu siapa yang mendekati cara memimpin seperti Khailfah Umar bin Abdul Aziz. Buat teman-teman Jakarta yang akan memilih di Pilkada Jakarta putaran ke-2 yang diselenggarakan tanggal 20 September ini, jangan sampai salah pilih. Pilih dengan hati Nurani, Pilih yang sekiranya mampu menjadikan Jakarta lebih baik.