Jumat, 12 Oktober 2012

20 Titik Rawan Banjir Rob & Genangan di Jakarta Utara


Jakarta Musim hujan telah tiba. Warga diimbau mewaspadai sedikitnya 20 titik rawan banjir rob dan genangan di Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara, Sisca Hermawati, menjelaskan 40 persen wilayah Jakarta Utara ada di bawah garis permukaan air laut.

Potensi banjir rob dan genangan di 7 titik harus diwaspadai yakni kawasan Kamal Pantai dan Kapuk Muara di Kelurahan Kamal Muara, Kapuk SMP 122 di Kelurahan Kapuk Muara, Teluk Gong di Kelurahan Pejagalan, Muara Baru di Penjaringan. Cilincing Lama, Cilincing Baru di Kelurahan Kali Baru, dan Kali Baru di Kelurahan Kalibaru.

"Di kawasan itu bila terjadi rob biasanya akan terjadi genangan 50 sentimeter hingga 75 sentimeter," kata Sisca saat dihubungi, Jumat (12/10/2012).

Menurut dia, pembuatan tanggul, pompanisasi, pengurasan, dan normalisasi dianggap mampu meminimalisir rob.

Sementara itu, titik rawan banjir antara lain di kawasan Ampera, Budi Mulia di Pademangan Barat, Kali Mati di Pademangan Timur, Sunter Permai di Sunter Agung, Sunter Barat, Sunter Selatan, Kelurahan Sunter Jaya.

Selanjutnya Jaya Motor di Sungai Bambu, Swasembada di Kebon Bawang, Sindang di Rawa Badak Utara. Walang, Mangga, Palem di Kelurahan Tugu Utara. Kramat Raya, Mundu di Tugu Utara, Camar di Sunter Barat. Gaya Motor, Dewa Kembar, Kebantenan, di Sunter Timur dan Oyar, Kepu, Pegangsaan Dua di kelurahan Pegangsaan Dua.

"Wilayah ini bila terjadi hujan lebat akan tergenang hingga 20 sentimeter, tapi bila hujan berhenti genangan tersebut langsung surut dengan catatan sepanjang kali besar airnya tidak tinggi," kata Sisca.

Banyaknya faktor yang memicu terjadinya banjir di Jakarta Utara, salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat atas kelancaran drainase.

"Warga masih banyak yang buang sampah ke saluran dan kali, sehingga aliran air menjadi tersumbat," kritik Siska.

Namun, masih ada warga Jakarta Utara yang peduli dengan tindakan pencegahan banjir. Permintaan untuk dilakukannya pembersihan dan normalisasi selalu masuk ke pengurus RT, RW, dan Kelurahan.

"Pembersihan kali ini juga atas permintaan warga, karena bila ada permintaan warga melalui RT, RW dan Lurah untuk membersihkan kali langsung kami perhatikan," imbuhnya.