Minggu, 09 Desember 2012

Hati-hati Demokrat Bisa KO 2014


Headline
Jakarta - Lagi, petinggi Partai Demokrat terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga telah melakukan tindak kejahatan korupsi. Mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Pengamat politik, M Qadari mengatakan, penetapan Andi sebagai tersangka kasus korupsi mempertegas bahwa partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sedang dilanda musibah besar. Menurutnya, hal itu sebagai pukulan bagi pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II serta Partai Demokrat yang mengkampanyekan pemberantasan korupsi.

"Saya kira kaitannya erat sekali, demokrat alami musibah karena kasus korupsi ini membuat elektabilitasnya turun," kata Qadari, Jakarta, Sabtu (8/12/2012).

Padahal, lanjut Qadari, pada hasil survei di 2009 Demokrat dianggap sebagai partai yang paling bersih. Namun, yang terjadi sekarang adalah sebaliknya. Kepercayaan publik terhadap Demokrat semakin tergerus, apalagi setelah KPK mengungkap kasus korupsi yang banyak menjerat kader partai Demokrat. Untuk itu, Demokrat diminta hati-hati mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Ini pukulan berat untuk SBY dan Demokrat. Mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi Partai Demokrat. Demokrat sudah mendapatkan pukulan telak. Kalau tidak hati-hati, Demokrat akan KO dan pasti kalah di Pemilu 2014," tegasnya.

Sementara itu, terkait siapa yang akan menggantikan posisi Andi Mallarangeng, Qadari meminta agar SBY segera umumkan sosok pengganti tersebut. Menurutnya, jika posisi ini dibiarkan kosong terlalu lama, akan terjadi kegaduhan publik akibat terlalu banyaknya spekulasi yang muncul.

"Kalau bicara pengganti Menpora, mudah-mudahan posisi ini tidak menjadi kegaduhan politik baru karna banyak spekulasi-spekulasi," tegasnya.