Jakarta - Kalau Amerika Serikat memiliki layanan darurat 911, kini Jakarta juga sudah meresmikan layanan darurat khusus bidang kesehatan dengan angka kebalikannya, yaitu 119. Layanan darurat 119, merupakan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama PT Askes Persero dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (1/3).

Dengan layanan ini, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam situasi darurat dapat langsung menghubungi 119 melalui telepon rumah atau telepon seluler. Operator akan menjawab persoalan dan memberitahu kepada warga apa yang dibutuhkan. Juga segera mengirimkan ambulans untuk memberikan pertolongan yang cepat.

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa layanan darurat 119 atau SPGDT dibangun untuk menjawab kebutuhan warga Jakarta yang sering kali berada dalam keadaan darurat, namun tidak terlayani dengan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan optimal.

"Banyak keluhan dari warga Jakarta, saat terjadi situasi darurat, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Sehingga keadaannya semakin parah. Kalau mau bangsa kuat, kita harus sehat. Selama Anda bisa memberikan jaminan paling dasar dari seorang manusia, maka Anda sudah mendapatkan hati masyarakat," kata Ahok dalam Acara Penandatanganan MoU KJS dan Peresmian 119 di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (1/3).

Meski begitu, Ahok tetap meminta masyarakat untuk maklum jika pelayanan nomor darurat 119 belum sempurna. Pasalnya, Pemprov DKI bersama PT Askes dan RSCM masih membutuhkan waktu dan persiapan yang lebih matang lagi. Salah satunya, membutuhkan teknologi canggih dan tenaga sumber daya manusia (SDM) yang ahli di bidang kesehatan.

"Masyarakat harus bersabar. Layanan 119 bukan berarti akan langsung secara sempurna melayani masyarakat. Tetapi, yang penting peresmian ini menandakan awal dimulainya pelayanan kesehatan yang terpadu bagi warga Jakarta" ujarnya.

Untuk memastikan sistem SPGDT atau 119 telah beroperasi dengan baik, Ahok pun menjajalnya dengan menelepon ke nomor 119. "Halo, Saya mau minta ambulan untuk pengantin baru, bisa tiba dalam berapa menit ya?," tanya Ahok.

Karena pertanyaan yang dilayangkan tersebut dirasa main- main, operator pun kemudian menutup telepon dari Ahok.

Mendapat perlakuan tersebut Ahok tidak marah, karena dia melakukannya hanya untuk memastikan kalau layanan tersebut telah berfungsi dengan baik.

"Oh ditutup. Saya cuma ngetes doang buat kesiapan call center soal yang susah, biar ke depannya lebih gampang," ujarnya sambil tertawa.

sumber:beritasatu