Rabu, 10 April 2013

Masyarakat Tolak MRT Layang


RMOL.Masyarakat peduli Mass Rapid Transit (MRT) lebih memilih pembangunan MRT bawah tanah (subway) dari pada MRT layang di Jakarta. Hal itu ditegaskan oleh Pengkaji MRT, Johan Stanislas di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (10/4).

 "Kita telah menjelaskan paparan ke Jokowi di Balaikota. Kita bisa membangun Subway. Dari dua  paparan ini kita membuktikan bahwa teknologi kita lebih canggih dan tidak ada masalah" Ujarnya

Dalam pertemuan dengan Gubernur, Johan menjelaskan bahwa pihaknya hanya diminta untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai proyek subway yang diajukan. Namun, Jokowi belum menindaklanjuti kajian yang dipaparkan oleh Johan dan tim.

"Kita telah temukan solusinya. Proposal kita jelas karena didalamnya terdapat MRT subway, Jalan umum dan jalur air. Harga yang kami tawarkan lebih murah dibanding MRT layang. Lalu arah tujuannya mau apa lagi" ungkapnya.

Rencananya, proyek subway akan menghabiskan biaya 1 triliun per 1 kilometer dan biaya ini dinilai lebih menghemat APBD dibanding proyek MRT layang.

"Pembangunan subway jalur Lebak bulus sampai Senayan harganya lebih murah dari pada bangun MRT layang. Kita juga harus sadar kalau subway itu multifungsi" tandas Johan.