Kamis, 16 Agustus 2012

Orangutan Spesies Kera Besar yang Pertama Punah

80 Persen Habitatnya Lenyap

Ketapang – Orangutan merupakan spesies dasar bagi konservasi disebut umbrella species karena memegang peranan penting bagi regenerasi hutan melalui buah-buahan dan biji-bijian yang mereka makan (seed disperser). Hilangnya orangutan mencerminkan hilangnya ratusan spesies tanaman dan hewan pada ekosistem hutan hujan.
Diperkirakan orangutan akan menjadi spesies kera besar pertama yang punah di alam liar akibat dari berkurangnya habitat dan adanya perdagangan hewan. “Kebakaran merupakan salah satu penyebab punahnya orangutan. Karena di samping mereka menjadi korban kebakaran, juga karena habitat mereka telah musnah hingga makanan sulit didapat,” kata Petrus Kanisius dari Yayasan Palung.
Selain itu, perkelahian antarpejantan karena perebutan areal akibat penyempitan wilayah sebagai dampak dari kerusakan hutan. Sehingga orangutan telah kehilangan 80 persen wilayah habitatnya dalam waktu kurang dari 20 tahun.
Petrus menilai, pembukaan lahan hutan untuk menjadi perkebunan dan pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan atas izin yang dikeluarkan oleh pemerintah di seluruh Indonesia secara langsung telah merusak hutan secara besar-besaran. Bahkan, kata dia, telah menghilangkan semua ekosistem yang ada.
“Adanya pembukaan lahan, ribuan bahkan jutaan species yang telah terbentuk selama ribuan tahun yang lalu hilang hanya dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya.
Untuk perlindungan bagi orangutan sendiri, kata dia, selama ini hanya 30 persen habitat hidup orangutan yang dilindungi undang-undang yaitu taman nasional, hutan lindung, dan cagar alam. Sementara 70 persen tempat tinggal orangutan berada di luar daerah yang dilindungi, seperti di hutan HPH, kawasan tambang, dan perkebunan sawit.
“Maraknya sawmill yang menampung dan membeli berbagai jenis kayu, secara langsung mempunyai dampak yang buruk bagi kelestarian hutan sebagai habitat dari orangutan dan satwa lainnya.” katanya.
Dikatakannya sebagian besar eksploitasi hasil hutan di Kalimantan tanpa disertai dengan usaha penanaman kembali. Karena itu ia menilai pelestarian orangutan sangat diperlukan sekali karena semakin meningkatnya berbagai ancaman yang terjadi terhadap kehidupan dan habitat orangutan.
“Untuk itu Yayasan Palung telah bekerja sama dengan pihak BKSDA untuk melakukan upaya pelestarian dan penyelamatan orangutan. Memberikan berbagai program seperti ikut dalam perencanaan RTRWK, pembinaan perajin Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pendidikan lingkungan, dan kampanye kesadaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam usaha melindungi dan melestarikan alam,” bebernya.