Judul : ILMU IBUNDA Daoeni Andajani (Malang, 1935 - Yogyakarta, 2009) Penulis : Eka Budianta Penerbit : Taman Belajar Eugenia (Eugenia Learning Centre - For Nature and Culture) Kota Jababeka, Cikarang Baru, Jawa Barat Edisi pertama : 2009 Desain cover dan lay-out : Cyprianus Jaya Napiun
Pepatah kasih ibu sepanjang jalan memang tidak pernah luntur sepanjang zaman. Inipun dituturkan Eka Budianta memperingati 100 hari wafat ibunya, Monica Daoeni Andajani (Malang, 1935 - Yogyakarta, 2009). Lewat bukunya "Ilmu Ibunda", Eka bersyukur mengantarnya ke profesi pengarang dan mencintai lingkungan.
Sejak kecil, Eka dibiasakan membaca biografi yang disusun ibunya. Dan kebiasaan ini mengantar Eka sering menerima pesanan menulis biografi atau memoar para tokoh, mantan pejabat, dan sebagainya.Buku ini bercerita tentang sosok seorang wanita desa yang mengajarkan bagaimana hidup sederhana, mengenal, mengingat, memahami, dan mencintai. Ia mendoakan agar hidup anaknya mulia, cermat, berhati-hati, rajin sembahyang, dan berbakti kepada Tuhan.Di balik kesederhanaan dan keluguan itu, membuat guru SD tersebut cukup kreatif. Ketika penghidupannya susah, Andajani mencari berbagai alternatif untuk bahan pangan. Ia membuat bubur dari biji mangga, memanfaatkan usus dan cakar ayam untuk keripik. Ia juga menyusun resep-resep makanan.Dan, yang tidak boleh dilupakan semangat Andajani untuk berkorban. Semangat untuk berani menjalani hidup yang lebih berat, lebih keras, dan lebih menantang itu dipegangnya sampai akhir hayat.Dalam hal profesi, Andajani sangat setia dengan pekerjaannya sebagai guru dan kepala sekolah. Kesetiaan itulah yang menjadi inti ilmu ibunda, yaitu ilmu hidup selamat. Semboyannya sederhana, sing temen tingmu artinya barang siapa sungguh-sungguh akan diperhatikan. Buku setebal 104 halaman ini memuat tulisan Andajani (dalam bahasa Jawa dan terjemahan) bertajuk "Kegembiraan Ilahi Berkah 50 tahun Anakku Eka Budianta" yang juga dimuat dalam buku Mekar di Bumi (Visiografi 50 Tahun Eka Budianta, 2006). Barangkali perjalanan hidup Andajana, yang suaminya juga guru, ibu dari 9 anak, nenek dari 22 cucu, dan 3 buyut itu, patut diteladani dan ditiru.