Ketimbang perempuan, lelaki dinilai enggan makan sayur. Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, sekelompok peneliti mengaku mengetahui alasannya.
Studi yang dilangsungkan di Kent State University di Ohio melakukan tes untuk menghitung nilai dan arti buah-buahan serta sayuran di mata lelaki. Hasilnya menunjukkan, nilai makanan-makanan sehat itu di mata lelaki, tidak tinggi. Lelaki juga tak menghitung jumlah asupan kedua jenis makanan tadi.
Disimpulkan pemimpin penelitian ini, John A Updegraff dari Kent State University di Ohio, AS, lelaki tidak menganggap buah-buahan dan sayuran adalah hal yang penting dikonsumsi untuk menjaga kesehatan.
Terlebih lagi, lelaki merasa tak mampu untuk makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, terutama bila mereka sedang di lingkungan kerja maupun di depan televisi.
Temuan ini menjelaskan, pesan-pesan yang efektif membuat perempuan makan sayuran dan buah tidak akan berhasil pada lelaki.
Menurut Updegraff, lebih penting bagi lelaki untuk memahami pentingnya pola makan sehat, sambil membangun kepercayaan diri mereka untuk memilih makanan sehat, baik di tempat kerja maupun di rumah.
Di studi ini, Updegraff dan kolega-koleganya mencari tahu apakah "teori sikap terencana" bisa menjelaskan alasan lelaki tak sebanyak perempuan untuk mengkonsumi buah-buahan dan sayuran.
Dari penelitian yang mendata kepercayaan dan sikap ini, Updegraff mencari tiga nilai yang dipercaya partisipan, seperti; sikap mereka terhadap buah-buahan dan sayuran, perasaan kontrol pola makan, kesadaran bahwa orang-orang di sekelilingnya ingin mereka punya pola makan lebih baik.
Penelitian yang menyertakan nyaris 3.400 orang itu menemukan, perempuan lebih percaya bahwa asupan buah-buahan dan sayuran setiap hari akan membuatnya terlihat lebih muda dan hidup lebih lama.
Sebagai tambahan, para periset menemukan, perempuan lebih percaya diri untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran saat sedang merasa lelah, sangat lapar atau saat dikelilingi saudara/teman yang sedang makan junk food.