"Kita akan bangun jalan pararel di sepanjang perbatasan. Sekarang belum mulai pembangunan, tapi mudah-mudahan tahun 2013 sudah mulai dibangun," ujar Camat Entikong, Markus kepada detikcom, Selasa (30/10/2012).
Menurutnya, jalan pararel menjadi penting sebagai pembatas fisik perbatasan RI-Malaysia di bagian wilayah Indonesia. "Malaysia sudah punya itu sejak lama. Kalau total jalan yang akan dibangun panjangnya 170 km. Untuk Kalimantan Barat 97 km," lanjutnya.
Pembangunan jalan pararel di sepanjang perbatasan ini akan dilakukan Pemda Kalbar bersama-sama dengan TNI. "Sistemnya nanti TNI Manunggal Masuk Desa," ujar Markus.
Hal ini diamini oleh Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Kementerian Luar Negeri, Jean Anes. Jean menilai wilayah perbatasan harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. "Kalau jalan pararel, Malaysia sudah punya sejak lama ya. Itu memang akan memudahkan proses pengelolaan dan pengawasan di perbatasan," jelasnya.
Pembangunan jalan pararel ini dirasa lebih masuk akal dibandingkan dengan pembangunan tembok atau pagar pembatas. Pembatas model tersebut dinilai 'kuno', apalagi kondisi sosial budaya RI dan Malaysia yang serumpun.
"Pembatasan dengan tembok atau pagar menurut saya tidak perlu. Itu cara-cara lama yang sudah ketinggalan zaman. Apalagi kita ini serumpun, banyak di perbatasan itu banyak orang Entikong bersaudara dengan kecamatan seberangnya, Tebedu (Malaysia)," lanjutnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Markus, "Penduduk di perbatasan itu bersaudara secara biologis, tidak bisa dipisahkan. Kami sering saling berkunjung di acara-acara adat. Bahkan kecamatan Entikong dan kecamatan Tebedu (Malaysia) punya acara rutin setiap tahun, seperti voli dan sepakbola. Tahun ini di Tebedu.
Untuk itu, bila ada pihak-pihak yang mengatakan tentang kemungkinan perang terjadi antara RI dan Malaysia, Markus yakin hal tersebut tidak akan terjadi. "Masyarakat perbatasan perbatasan tidak akan perang," ujarnya.
Markus juga mengatakan dirinya tetap berkomitmen untuk membangun daerah perbatasan agar bisa menarik wisatawan asal Malaysia. Sementara dari sisi perekonomian, Kecamatan Entikong sedang mendorong pertumbuhan perkebunan rakyat yakni kebun karet.
"Kita harap warga tidak terlalu berorientasi ke Malaysia. Sektor perkebunan saat ini masih jauh dari yang diharapkan," kata Markus.