Rabu, 10 Oktober 2012

Hidup Bak Raja Meski Dipenjara

Jakarta Tangis Adami Wilson seketika meledak. Gembong narkoba asal Nigeria itu mengaku teringat sang anak yang belum pernah dilihatnya. Ia merasa berdosa karena telah mengkhianati janjinya dengan istri dan ibunya.

“Saya bilang ke mereka (istri dan ibunya) tidak akan main narkoba,” kata Adami terisak saat ditemui majalah detik. Sebelum tertangkap di Jakarta, Adami sempat menjadi guru bahasa Inggris di Sabah, Malaysia. Namun meski kerja di negeri Jiran, Adami tinggal di Tarakan, Kalimantan Timur.

Ia sengaja memilih tinggal di Tarakan supaya bisa terus memperpanjang visanya. “Karena kapal laut hanya 45 menit. Jadi saya mengaku turis supaya bisa memperpanjang visa,” kata pria yang memakai nama samaran Abu bila berada di Indonesia itu.

Adami mengaku terpaksa minggat dari negara asalnya karena di sana tidak aman. Apalagi dirinya saat di Nigeria berprofesi sebagai polisi yang punya risiko tinggi.

***



Tulisan lengkap Hidup Bak Raja Meski Dipenjara bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 45, 8 Oktober 2012). Edisi ini mengupas tuntas pengakuan Adami Wilson gembong narkoba internasional dengan tema ‘Rp 3 Miliar Vonis Mati Batal’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas KPK vs Polri ‘Jumat Mencekam di Kuningan’ Internasional ‘Tangan Sarkozy di Kematian Khadafi’, rubrik gaya hidup ‘Cosplay, Wow Gitu’ berita komik ‘Mendayung Sampan, Berburu Sinyal’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Looper’, WKWKWK ‘Jambret Ketimpa Bajaj’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.