Produk cokelat tersebut tetap solid dan padat setelah dipanaskan selama tiga jam dalam suhu 104 derajat Fahrenheit.
Hari-hari dimana permen cokelat yang mencair saat terkena panas terik matahari nampaknya akan segera berakhir.
Baru-baru ini Cadbury membuat pengumuman tentang keberhasilan mereka dalam mengembangkan produk cokelat yang tahan leleh dan tetap solid setelah dipanggang selama tiga jam dalam suhu 104 derajat Fahrenheit.
Cokelat yang tahan suhu panas itu, bakal tersedia di sejumlah negara-negara yang memiliki panas terik seperti India dan Brazil.
Selama ini, cokelat konvensional diketahui bakal meleleh saat dipanaskan dalam suhu 93,2 derajat Fahrenheit.
Dalam aplikasi paten resminya, Cadbury menyatakan mereka telah mengembangkan produk yang unik dengan cara menyempurnakan proses conching cokelat.
Conching sendiri dikenal sebagai proses pencampuran bahan dasar cokelat dengan menggunakan berbagai macam bahan seperti mentega, biji kakao, minyak nabati, susu dan gula.
Selama proses tersebut, partikel gula dipecah menjadi berbagai potongan kecil yang meminimalkan jumlah lemak dalam bahan cokelat sehingga memiliki daya tahan panas lebih lama.
Meskipun Cadbury di dirikan di Inggris, namun produk terbaru ini tidak akan di pasarkan di negara tersebut.
Pemilik Cadbury, Kraft Foods - raksasa consumer good asal Amerika Serikat - yang mengambil alih perusahaan tersebut pada tahun 2010, menyatakan hal tersebut merupakan sebagai strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan dalam meraih konsumen di Eropa.
"Sejujurnya, saya tidak pernah berpikir bahwa setiap penggemar cokelat akan menyambut produk ini, mengingat mereka akan merasa bahwa produk ini tidak akan terasa sebagus cokelat Dairy Milk," kata Tony Bilsborough, Head of corporate affairs Kraft Foods.
