Jakarta - Pemprov DKI akan menambah armada bus Transjakarta sebanyak 552 bus. Penambahan akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebanyak 102 bus di bulan Desember 2012 dan 450 bus di tahun 2013.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono menerangkan dalam pertemuan dengan pakar transportasi bersama Gubernur DKI, Jakarta Joko Widodo di Balaikota DKI, hari ini, harus dilaksanakan revitalisasi busway.
Revitalisasi diperlukan karena hingga saat ini pelayanan busway masih banyak kekurangannya.
Salah satu kekurangannya adalah halte yang kurang besar, haltenya terlalu tertutup dan diperlukan jalur menyalip. Hal ini akan diiringi dengan penambahan armada bus Transjakarta di tahun depan.
“Paparan tersebut sangat menarik. Insya Allah akan kita programkan di tahun-tahun mendatang. Sehingga bila haltenya lebih besar, maka buswaynya semakin nyaman. Dengan adanya jalur penyalip akan meningkatkan jumlah penumpang cukup banyak,” kata Pristono di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (26/11).
Diungkapkannya, Gubernur DKI merencanakan penambahan 450 bus yang terdiri atas 300 bus single dan 150 bus gandeng. Penambahan bus tersebut akan dilakukan pada tahun 2013. Sedangkan di tahun ini, akan ditambah sebanyak 102 bus.
“Penambahan bus ini akan menjadikan pelayanan busway semakin baik. Selain sterilisasi tetap diperlukan. Karena itu kami akan menambah tinggi separator. Itu yang sangat penting, supaya busway tidak diserobot,” ujarnya.
Dengan peninggian separator, arus busway akan semakin cepat. Saat ini, interval kedatangan bus Transjakarta masih mencapai 5 hingga 10 menit. Tetapi dengan adanya peninggian separator maka diharapkan dapat diperkecil dari waktu yang sekarang.
Peninggian separator setinggi 50 sentimeter akan dilakukan di Koridor 2, 3, 5, 6 dan 8. Saat ini, peninggian separator sudah dilakukan di Koridor 6.
Sedangkan untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar gas (BBG) dengan adanya penambahan sebanyak 552 bus Transjakarta, Pristono menegaskan akan meminta tambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
“Kami akan minta ada tambahan secepatnya. Minimal 1 koridor 1 SPBG supaya pengisian BBG tidak terlalu jauh,” jelasnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan Pemprov DKI akan melakukan revitalisasi busway dengan melakukan pelebaran halte dan peninggian separator busway. Selain itu, juga akan membangun sistem transportasi yang terintegrasi dengan pejalan kaki dan jalur sepeda.
“Semuanya dirancang agar terintegrasi. Kita akan terus menyelesaikan busway, monorel dan MRT agar tidak bertabrakan baik penumpang maupun kalkulasi harganya,” tukasnya.
Dalam rangka peremajaan angkutan umum, Jokowi menyatakan pihaknya menambah 1.000 unit kopaja dan metromoni yang kondisinya seperti busway.
“Kalau tidak diremajakan, apakah akan dibiarkan tua begitu saja bus tersebut. Kita hanya mengajukan, penentuan anggaran ada di dewan. Kalau ditolak, ya kita ajukan lagi, agar yakin dan setuju. Ini hanya masalah penjelasan saja,” tutupnya.
