Jumat, 15 Maret 2013

Dua Karyawati Dirampok di Taksi, Rp 45 Juta Melayang


Jakarta - Aksi pencurian dengan kekerasan didalam taksi terjadi kembali yang memakan korban perempuan. Kali ini, tindak kekerasan itu menimpa dua orang karyawati sebuah hotel di kawasan bundaran HI, FW dan LS pada Jumat (8/3/13).

Tragisnya, korban dibuang di lapangan kosong daerah Kalideres, Jakarta Barat. Menurut LS, kejadian bermula saat dirinya bersama dengan FW ingin pulang dari tempat kerjanya di sebuah hotel kawasan bundaran HI. Kemudian, keduanya menunggu antrian taksi yang biasa standby.

"Tapi karena macet dan antrian taksi juga panjang, kita cari taksi di luar kawasan hotel karena udah capek mau pulang," kata LS saat ditemui di Resmob Polda Metro Jaya, Kamis (14/3/2013).

LS mengaku tidak lama kemudian sekitar pukul 22.30 WIB ada taksi putih mahkota kuning yang berhenti tepat didepannya, padahal banyak penumpang lain yang melambaikan tangannya namun berhenti dihadapannya. "Tak pikir panjang karena sudah mau buru-buru pulang, ya kita masuk naik taksi itu," tuturnya.

Setelah itu, lanjutnya, sopir taksi pun langsung mengantarkan keduanya ke arah Tanah Abang dan Benhil hingga Pancoran untuk mengantar korban ke rumah masing-masing. Namun keduanya merasa janggal begitu masuk taksi karena bau asap rokok, akhirnya penumpang menanyakan hal tersebut tapi sopir malah tersenyum.

Di samping itu, korban merasa aneh begitu sopir mengunci (central lock) pintu di apartemen Sahid, dari situ korban mulai curiga. "Kita bisik-bisik dah tuh mencurigai pas dikunci, awalnya kita naik tidak ada curiga apa-apa karena sopir memakai seragam dan kelihatan taksinya 'Pratama'. Muka polos, usia sopir sekitar 40 tahun," ungkapnya.

Ternyata, rasa curiga itu pun datang karena ada orang yang mendorongnya dari belakang jok. Dengan begitu, kedua korban berusaha menahan dorongan dari belakang itu. "Kaki kita itu menahan ke jok depan, tapi sopir malah menyabet kita pakai gergaji besi yang kecil seperti mistar gitu. Kami sudah minta tolong," ujar LS.

Akhirnya dua orang pelaku yang berada dibelakang jok itu komplotan sopir taksi dan memaksa korban untuk tiarap ke bawah sehingga pelaku melilit muka korban dengan lakban. Pasalnya, pelaku mulai mengancam, menghajar, memukul, menonjok dan memeras korban didalam taksi.

"Dari situ kami mulai diancam, diperas, dihajar, ditonjok dan dipukul ama pelaku sambil berjalan taksinya. Perhiasan, uang tunai didompet, uang di ATM, HP dan lainnya juga diambil. Kerugian sekitar Rp 45 juta berdua teman saya. Bukan cuma itu, sisir dan sepatu juga diambil," ungkapnya.

Sementara korban berinisial FW juga mengaku setelah diperas perhiasan dan uangnya, dirinya bersama dengan LS diturunkan di lahan kosong yang penuh dengan semak ilalang di Jakarta Barat. Untungnya, ada tiga orang pemuda yang mau menolong mencarikan taksi agar bisa tiba di rumahnya.

"Awalnya satu orang naik motor, kami teriak minta tolong. Kemudian pemuda ini mengajak temannya baru kita ditolong dengan tiga pemuda," pungkas FW.

Atas kejadian ini, korban masih merasa takut karena mendapat ancaman dibunuh jika melaporkan peristiwa tersebut. Memang, kata FW, korban sempat diancam untuk memberikan uang sebesar Rp 10 juta. Sebab, jika tidak dipenuhi maka pelaku mengancam untuk membunuhnya.

"Kami sempat luka-luka lebam juga, idung sampai keluar darah karena ditampar mulu. Nah setelah kejadian, kami trauma tidak mau lapor karena diancam, kan identitas kita ama pelaku. Pagi habis kejadian baru kami beranikan diri lapor ke Polda, kita juga visum," ucapnya lagi.

Atas kejadian tersebut, korban yakni FW melaporkan kejadian ini ke SPK Polda Metro Jaya, Sabtu (9/3/2013) pukul 05.00 wib, dengan no laporan LP/783/III/2013/PMJ/Dit.Reskrimum.

Sedangkan Kasat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawab mengatakan anggotanya di lapangan sedang mengejar pelaku tersebut. "Pelaku sudah diketahui dan petugas sedang dalam pengejaran, sebentar lagi juga pasti terungkap," singkat Herri di kantornya.