Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menerima sebanyak 1.442 keluhan dari warga mengenai kerusakan jalan.
"Dari hasil musyawarah rencana pembangunan di tingkat kecamatan, ada 1.442 keluhan yang diutarakan warga terkait kerusakan jalan dan drainase," kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Dudung E Diredja di Tangerang, Kamis (14/3).
Dikatakannya, keluhan tentang jalan rusak dan drainase tersebut menempati urutan pertama dari tiga besar masalah. Kedua, yakni mengenai masalah pendidikan seperti rehab sekolah, dan penambahan ruang kelas yakni sebanyak 157 keluhan.
Kemudian, untuk masalah ketiga besar yakni tentang kesehatan seperti penambahan peralatan posyandu dan pembangunan puskesmas.
"Dari total 2.036 keluhan atau usulan yang disampaikan masayarakat, masalah jalan rusak hingga kesehatan menempati posisi tiga besar," ujarnya.
Selain itu, pemkot Tangerang Selatan pun menerima masukan dari Fraksi Partai Demokrat dan PKS, terkait kesejahteraan masyarakat seperti pemberian dana stimulan.
Dari total 2.036 usulan yang telah disimpulkan dan dihitung dalam pagu indiaktif (F1), maka jumlah biayanya yakni Rp150 Miliar. Sedangkan usulan yang melebihi pagu indikatif atau F2 terdiri dari 3.171 usulan yaitu sebanyak Rp637 Miliar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Tangerang Selatan telah membagi tugas di setiap SKPD agar masalah yang ada bisa diatasi.
Sehingga, targetnya yakni pada tahun mendatang sudah ada peningkatan atau realisasi dari usulan yang disampaikan masyarakat. "Kita sudah bagi dalam berbagai bidang kerja dan akan direalisasikan,".